Drama Jepang Mengharukan – Tokyo Tower

tokyo towerSatu lagi drama jepang mengharukan yang saya tonton yaitu Tokyo Tower. Ceritanya simple namun cukup mengena dan menyentuh hati. Drama ini mungkin bisa mengajarkan kepada para penontonnya tentang berbakti kepada orang tua, terutama ibu.

Dalam serial ini sangat menonjolkan bagaimana seorang ibu yang ingin sekali melakukan yang terbaik buat anaknya meskipun harus mengorbankan dirinya sendiri. Terkadang kita sebagai anak malah durhaka pada mereka. Tapi mereka selalu tetap tersenyum meskipun diperlakukan seperti apapun.

Berikut cuplikan sekilas sinopsis drama ini:

Cerita dimulai dengan kehidupan desa seseorang pemuda bernama Masaya (Ma-kun) bersama ibunya. Mereka pindah ke desa karena berpisah dari sang ayah dan tinggal bersama sang nenek. Kemudian sang ibu memutuskan untuk pindah ke sebuah klinik yang telah ditinggalkan karena tidak mau merepotkan ibunya sendiri.

Cerita terus berlanjut dengan fokus pada Ma-kun yang ingin berkuliah di Tokyo. Kilas balik yang muncul di sepanjang cerita menceritakan masa kecil Masaya dan menjelaskan karakternya.

Ma-kun hanya bermodal keinginan kuat untuk berkuliah di Tokyo mengejar keinginannya melanjutkan pendidikan di bidang seni. Salah satu mimpinya untuk merasakan kemegahan kota besar Tokyo yang gemerlap. Ternyata setelah menjalani hidupnya Masaya kalah ditelan gelapnya Tokyo dan menjadi seorang yang tidak berguna hanya bermain, merokok, dan minum di dalam kamar. Semua mimpinya akan Tokyo telah hilang.

Cerita terus berlanjut menceritakan jatuh-bangun Masaya di Tokyo. Interaksi dengan keluarganya, interaksi dengan seorang wanita yang dia suka, pekerjaannya, teman semasa kuliahnya, dan kehidupannya di Tokyo. Hingga akhirnya sang ibu akhirnya meninggal dunia.

drama tokyo tower

Alur Cerita
Overall, drama ini menyampaikan secara halus pesan-pesan moral tentang pentingnya keberadaan seorang ibu bagi anaknya, meskipun sang anak sudah dewasa dan memiliki pekerjaan.

Tidak ada efek visual yang luar biasa, namun setting di sebuah desa di Kyushu sungguh alami. Masa-masa ketika Jepang belum semakmur sekarang berhasil digambarkan dengan baik oleh film ini.

tokyo tower
Ceritanya tentang cinta, namun bukan seperti cinta yang diobral oleh sinetron-sinetron di Indonesia. Cinta terhadap ibu, cinta terhadap teman, dan tentu saja, cinta terhadap pasangan. Dari ketiga cinta tersebut, seperti disebutkan di awal, cinta terhadap ibu adalah tema utama yang mengisi hampir sebagian besar hati sang pemeran utama.

Serial ini sangat menginspirasi dan buat yang menjiwainya saya yakin pasti meneteskan air mata soalnya intriknya memang sangat terjadi di kehidupan nyata.

Jujur saya juga beberapa kali sesenggukan nonton drama ini, bahkan mulai dari episode pertama. Saingan deh sama drama One Litre of Tears, tapi bedanya di drama ini ada banyak juga adegan lucu2nya hehe.

Theme Song
Theme Song sama background musiknya juga oke dan menyentuh pastinya. Salah satunya lagu Kobukuro – Tsubomi dibawah ini :

Beberapa quote dan pelajaran yang bisa diambil diantaranya:

“kitto, kitto, kitto oi koseru higa kurusa”
surely, surely, surely the day we overcome will come

“ibu selalu melakukan yang terbaik buat anaknya meskipun harus mengorbankan dirinya sendiri. Terkadang kita sebagai anak malah durhaka pada mereka. Tapi mereka selalu tetap tersenyum meskipun diperlakukan seperti apapun.”

Yang merasa mahasiswa dan jauh dari orang tua/perantuan saya rasa wajib untuk menonton, supaya kita dapat belajar seberapa besar pengorbanan orang tua kita (terutama ibu) mulai dari melahirkan sampai membimbing kita saat ini.

Kalo tertarik, monggo didownload di indowebster : http://forum.indowebster.com/showthread.php?t=57761

Jumlah Episode : 11
Rating Pribadi    : 4.85 / 5 (sangat layak ditonton)

9 thoughts on “Drama Jepang Mengharukan – Tokyo Tower

  1. Saya sudah punya serial ini sejak 2012, dan sampai sekarang saya masih menontonnya dan menyimpannya.

    Saya suka film ini, sangat menginspirasi sekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s