Pengalaman : Freelancing di Odesk

Disini saya akan berbagi pengalaman pribadi dalam dunia freelancing di oDesk. Yah, meskipun saya masih dibilang baru terjun di dunia ini mungkin beberapa penjelasan dan tips berikut dapat bermanfaat bagi anda. Bagi anda yang belum mengetahui apa itu freelancing dan tetek bengeknya, silahkan baca kelanjutan artikel ini!

Apa itu Freelance?

Oh ya, mungkin sebagian dari anda belum tahu apa itu freelance? Menurut Wikipedia, freelance (pekerja lepas) adalah seseorang yang bekerja sendiri dan tidak berkomitmen kepada majikan jangka panjang tertentu. Contohnya yaitu programmer, juru tulis, photographer, designer dan lain sebagainya yang bekerja tanpa ikatan dengan institusi atau perusahaan tertentu. Untuk anda ketahui, saat ini saya sedang kuliah sambil berkerja secara freelance, dalam bidang web design dan development.

Apa itu oDesk?

Mungkin sebagian dari anda belum mengetahui apa itu oDesk?  oDesk adalah sebuah situs pasar kerja global (marketplace) yang menghubungkan para employer (pemberi kerja) dan contractror (pekerja) untuk saling bekerjasama dalam pekerjaan jarak jauh. Nah, di oDesk sendiri terdapat berbagai macam pekerjaan yang bisa kita ambil. Pekerjaan tersebut dibagai menjadi beberapa bidang, antara lain :

1. Web Development
2. Software Development
3. Networking and Information Systems
4. Design and Multimedia
5. Writing & Translation
6. Customer Service
7. Administrative Support
8. Sales & Marketing
9. Business Services

Di dalam masing2 bidang tersebut, masih terdapat sub-bidang yang lebih spesifik. Contoh, web development dibagi menjadi beberapa bidang seperti web design, web programming, web development, e-commerce dan lain sebagainya. Untuk info lebih lengkap mengenai bidang pekerjaan di oDesk anda dapat mengunjungi situs oDesk.com.

Nah, disini saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya memulai bekerja freelance (web designer) di oDesk sampai mendapatkan penghasilan pertama, serta bagaimana tips mendapatkan klien dari oDesk itu sendiri.

1. Cara Kerja Odesk
Pertama, para employer memposting sebuah proyek di oDesk dengan estimated budget (anggaran) tertentu. Kemudian kita sebagai contractor akan melakukan bid (tawaran) terhadap proyek tersebut dengan mengajukan proposal berupa cover letter yang disertai berapa nominal pengajuan tawaran yang kita inginkan. Nah, kemudian para employer tersebut akan memilih dari sekian banyak contractor yang dirasa mumpuni dan mengajukan tawaran yang terendah. Kemudian contractor yang bersangkutan akan dihubungi dan diajak kerjasama dalam mengerjakan proyek tersebut. Loh, kemudian dari mana oDesk dapat penghasilan? oDesk mendapat penghasilan dari 10% potongan harga yang disepakati antara employer dan contractor. Jadi seumpama kita mendapat $200 dari contractor maka akan dipotong 10% ($20) oleh oDesk sebagai biaya administrasi.

2. Modal Untuk Freelancing
Modal untuk memulai bekerja freelance di oDesk sebenarnya tidak terlalu banyak. Hanya butuh skill khusus (design, programming, translating, dsb) serta sedikit kemampuan berbahasa inggris (maklum, kebanyakan employer berasal dari USA, Canada, Australia dan sekitarnya). Kalau anda sedikit kesulitan dalam berbahasa inggris, kita masih dapat menggunakan bantuan Google Translate kok. Dan perlu anda ingat, saat bekerja dengan client yang kebanyakan bule – istilahnya – jangan merasa terlalu underestimate. Jadi anggap saja mereka seperti orang indonesia pada umumnya, toh mereka juga manusia biasa bukan? Pengalaman saya saat menangani proyek web desain dengan salah satu client, bahkan dia tidak tahu apa2 tentang adobe photoshop sekalipun. Dia inginnya proyek selesai dan hasil memuaskan, soal proses kerja itu menjadi tanggung jawab kita sebagai contractor. Jadi percaya dirilah dengan skill dan kemampuan yang anda miliki!

3. Memulai Freelancing di Odesk
Sebelum memulai untuk berkarir di oDesk, tentunya kita harus mendaftar terlebih dahulu. Untuk pendaftaran anda bisa mengunjungi situs resminya di www.odesk.com, pendaftaran tersebut tidak dipungut biaya alias gratis! Setelah terdaftar, silahkan anda lengkapi profil anda dengan identitas diri, skill yang anda miliki, bayaran per-jam yang anda inginkan, serta jangan lupa cantumkan portfolio hasil kerja yang anda miliki, karena portfolio akan sangat mendukung keputusan klien untuk memilih anda dalam sebuah proyek. Jadi, pasang portfolio sebagus mungkin. Oh ya, jangan lupa untuk mengikuti Odesk Readliness Test, yaitu sebuah tes yang diadakan oleh pihak oDesk untuk mengetes seberapa siap kita bekerja disana. Jangan khawatir, untuk mengerjakan soal tes tersebut anda dapat googling untuk mencari kunci jawabannya (hal sama yang saya lakukan saat mengikuti tes dulu, hehe)

4. Tips Bidding (Mencari) Proyek
Setelah mendaftar, pasang skill, pasang portfolio dan ikut tes saatnya untuk bidding (mencari) proyek. Untuk mencari proyek yang anda inginkan, anda bisa menggunakan fasilitas pencarian pada situs oDesk. Pencarian bisa dikustomisasi sesuai keinginan anda. Bisa sesuai bidang tertentu, budget tertentu, dan lain sebagainya. Pada dashboard oDesk anda juga akan nampak daftar job terbaru yang sesuai dengan minat anda.

Namun, ada beberapa hal penting yang harus anda perhatikan sebelum meng-apply sebuah proyek. Pertama lihat terlebih dahulu, apakah sang employer telah terverifikasi payment methodnya. Biasanya disebelah kanan sidebar akan muncul teks “Payment Method Verified” untuk employer yang sudah terverifikasi. Kenapa ini penting? karena employer yang metode pembayarannya berlum terverifikasi, maka tidak akan ada jaminan kita akan dibayar nantinya.

Yang kedua, cek profil sang employer, cek mengenai jumlah post yang telah dibuat, jumlah contractor yang pernah di-hire, dan jumlah uang yang telah dibayarkan. Ini untuk menjamin kalau employer yang akan kita apply benar2 serius dalam mencari pekerja.

Yang terakhir, jangan coba2 meng-apply job yang kiranya kita tidak mampu atau jahu dari range kita. Karena kalau seumpama dalam progress job kita tidak mampu menyelesaikannya, mereka akan memberikan feedback yang buruk kepada kita dan imbasnya pamor kita akan menurun dan kesempatan untuk di-hire oleh employer pun turun.

Yah, sekian dulu perkenalan tentang freelancing di oDesk. Kalau ada pertanyaan mengenai oDesk ini saya akan dengan senang hati membantu. Sampaikan melalui komentar dibawah ini. Go freelancer Indonesia!

 

38 pemikiran pada “Pengalaman : Freelancing di Odesk

  1. Ping-balik: Portfolio : January Web Design Works | FaizDesign

  2. Slm knal..!! sy seorg GAPTEK tp pinggin sekali kerja diODESK gmn caranya, bidang apa yg cocok buat saya? mohon panduanya. trim’s !

    • Salam kenal juga mas rusdi!
      Sebenarnya bidang yang paling banyak jobnya di odesk adalah graphic dan web design mas. Tapi kalau anda masih awal dan masih mau belajar, lebih baik ambil bidang writing & translation (anda bisa ambil job mengisi content web, atau translate bahasa inggris ke bahasa indonesia) dan administrative support (anda bisa ambil job data entry/memasukkan data). Dua bidang diatas tergolong yang paling mudah mas.

  3. Sblmnya sy trim’s byk ats saranya. skrng sy mau tanya lg nich, gmn cara mengisi profil sy ? sy nggak punya titel akademis cm tamatan SMU. sy mau ngambil job entry data. mohon panduanya lg ya…trim’s !!

    • Iya, sama2 mas. Untuk mengisi profil bisa dilihat di sidebar kanan dashboard oDesk ada link “Edit Your Profile”. Untuk title akademis itu sebenarnya tidak terlalu penting mas, saya sendiri juga tamatan SMK hehe. Nah, dihalaman edit profile itu silahkan anda lengkapi sekiranya sesuai dengan kompetensi anda. Mulai dari skill, pengalaman kerja, portfolio, sama rate (bayaran) per jam anda.

    • Untuk yg translate, biasanya anda akan diberi artikel atau website oleh employer yang butuh untuk ditranslate ke dalam berbagai macam bahasa mas. Anda bisa memilih yang bagian translate ke bahasa indonesia.

      Sedangkan untuk writing, biasanya anda diberi tugas untuk mengisi artikel atau konten pada sebuah website (kebanyakan dalam bahasa inggris). Oleh karenanya, bahasa inggris merupakan modal yang sangat berguna untuk memulai freelancing di odesk mas. Semoga membantu :)

  4. Mau tanya mas, untuk metode pembayaran dari oDesk gimana ya?
    Apa ditransfer langsung ke rekening bank ato gimana?
    Mohon pencerahan. Trima kasih.

    • Ada bermacam2 mas. Bisa lewat Paypal, Moneybooker, Payoneer dan ada juga yang langsung transfer ke bank Indonesia. Saya biasanya lebih memilih yang langsung ke rekening bank BRI saya dengan potongan sekitar 40rb per-penarikan. Semoga Membantu.

    • Salam kenal juga mas,
      Portfolio itu contoh hasil kerja yang pernah kita buat/kerjakan. Contohnya, seumpama anda pernah bikin web, lah tinggal printscreen hasil web buatan sampean terus upload sebagai portfolio. Begitu juga dengan bidang yang lain, seumpama anda pernah membuat brosur/artikel/poster dsb, silahkan upload sebagai portfolio anda mas. Semoga bermanfaat :)

    • iya salam kenal juga mas hudaini,
      setelah saya lihat profile sampean sudah cukup lengkap, tinggal beberapa modifikasi. Pertama, kalau bisa english level diatur minimal level 3/4 mas, karena client cukup mempertimbangkan hal yang satu ini. Terus kalau job application quota masih tersisa, silahkan apply job sebanyak-banyaknya karena semakin banyak apply, kemungkinan direkrut (hire) juga semakin besar mas. Yang terakhir jangan lupa berdoa juga, karena rejeki datangnya dari Allah, kita tinggal usaha + berdoa. Kalau ada pertanyaan lebih lanjut silahkan sampaikan. Semoga membantu :)

  5. seandainya yg belum berpengalaman apa portfolio bs dkosongkan? klo kosong bs g dapat kerjaan? bidd awal untup pemula bgsnya brp? trims

    • Bisa mbak resiana, namun tentu saja kemungkinan mendapat job menjadi lebih kecil. Karena biasanya client lebih mengutamakan contractor yg memiliki portfolio. Untuk mengakalinya, sampean bisa membuat proyek sendiri dan pajang sebagai portfolio (Hal sama yang saya lakukan saat belum mendapat job dulu, hehe). Kemudian tentang bid awal, tentunya bergantung dari budget job yang sampean apply. Misal ada job web design dengan budget $200, anda bisa nge-bid antara $130 – $170an atau istilahnya sedikit banting harga sih. Maklumlah untuk awal2 di odesk kita harus mampu mendapat rating bagus terlebih dahulu, baru kemudian ngebid dengan harga yang agak tinggi. Semoga bermanfaat.

    • setau saya belum, kita masih jadi kandidat yang kemungkinan terpilih tapi bisa jadi kita tidak terpilih setelah ada kandidat lain yang mungkin lebih bagus menurut employer, pengalaman pernah dapet 1 kandidat ee dua hari langsung decline.. maklum newbie

      • Iya bener kata mas hudaini, active candidacies itu berarti kita termasuk salah satu dari sekian kandidat yang dipilih oleh client. Kalau seumpama sampean sudah deal, tinggal bilang aja minta di hire dulu baru kemudian ngerjain jobnya mas.

      • thanks y..
        emang top dah…
        buat nya pke photoshop y mas ? soalnya saya bru blajar html ni..blum dcoba pke photoshop..
        beda desain web ma web programming pa ya mas ?

      • iya pake photoshop, ntar kalo udah baru diconvert ke html.
        kalo bedanya menurut saya web desain itu menjurus ke tampilan (interface) website, nah kalo web programming itu menjurus ke sistem(aplikasi dibelakang layar) dari web itu sendiri.

  6. Ass. sore mas Faiz,
    Saya mau tanya nih,saya kan baru,profil saya udah 70% selesai,nah saya mau coba-coba bid job,terus setiap apply itu job, dan mengisi form nya,setiap pengisian di kolom agree to term,kok,gk da kata sandinya ya.dan kalo di klik di bagian accept n apply to this job, gk mau…gimana ya mas,,,mohon banget nih bantuannya…

    • Walaikumsalam mbak Heni,
      Kemungkinan besar itu sampean belum menyelesaikan tes wajib odesk yaitu ‘odesk readiness test’ (tes untuk mengecek seberapa paham kita atas cara kerja odesk), jadi belum bisa ngebid. Jadi sebaiknya anda kerjakan dulu tes ORT itu mbak, soalnya cuma 11 item kok di google juga banyak kunci jawabannya.
      Semoga membantu..

      • ow,saya baru tau mas,ternyata saya belum verifikasi id nya,ini data nya sudah saya masukan tapi.harus nunggu 7-10 hari ya?saya udah dapet panggilan untuk intervie dan dy minta balasan seceptnya,jadi gimana ya mas?

      • oh, ya monggo dijawab dulu syukur2 kalau sampe di hire sambil nunggu id terverifikasi. Pokoknya komunikasi dengan calon client jangan sampe putus mbak,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s